-->
Insan beriman pasti percaya akan datangnya hari kiamat demikian sebaliknya insan yang kafir pasti tak akan percaya akan kejadian yang mahadasyat itu. Sebenarnya apa sich hari kiamat itu dan kapan datangnya? Dalamn Al-Qur’anul Karim Allah berfirman yang artinya : “Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." Dari sini jelaslah bahwa kita sebagai insane yang beriman harus dan wajib akan datangnya hari kiamat. Namun kapan kedatangannya hanya Allah yang tahu.
Kawan-kawan seiman, kita tentu tak ingin mendapati hari yang sangat luar biasa itu. Karena disitu adalah hari yang paling menyakitkan dimana bumi dan langit ini jadi tak stabil gunung gonjang-ganjing, langit akan digulung oleh Allah dan semua ini akan hancur lebur.Tapi kawan sebenarnya yang harus kita tanyakan pada sanubari apa sich yang kita perbuat sambil menunggu datangnya hari kiamat itu? Jawabannya byang pasti adalah selalu menmgabdi pada Allah karena memang kita sebagai makhluk sudah sepantasnya mengabdi kepada Sang Kholik.
Ketakutan yang ada pada diri seorang mukmin sejati pasti ada sebagaimana firman Allah yang artinya : “Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya kiamat itu benar-benar dalam kesesatan yang jauh”. Namun kawan jangan biarkan ketakutan ini membuat semangat kita membuat pribadi kita lemah karena mukmin sejati bukanlah mukmin yang lemah dan mudah menyerah. Mukmin sejati adalah mukmin yang tangguh akan segala hal yang datang menyerang baik dari dalammaupun dari luar.
Pengabdian kita kepada sang kholik apakah hanya dengan sujud sehari semalam tanpa berbuat apa-apa atau berdiam diri di masjid tanpa keluar. Bukan!!!!!! Ingat kawan kita bukan malaikat yang selalu menjalankan tugas yang diberikan Allah kepadanya karena malaikat tak punya akal dan nafsu kita juga bukan syetan yang selalu ingakar pada Tuhannya kita adalah manusia, sebagaimana kodrat seorang manusia pasti diberi akal dan nafsu sehingga rasa lapar mengantuk juga berpkir pasti ada dalam diri kita. Oleh karena itu pengabdian kita tidak hanya dengan bersimpuh menghadap Sang Kholik saja melainkan juga kita sebagai kholifah yang ditugasi menjaga alam ini haruslah memanfaatkannya untuk kemakmuran dan kesejahteraan umat manusia tapi harus dengan prosedur dann aturan yang sesuai. Maka dengan kata lain bekerja itu juga termasuk dalam kategori mengabdi kepada Allah AWT.
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda : “Beramalah (bekerja) untuk urusan duniamu seakan-akan kamu akan hidup untuk selama-lamanya dan beribadahlah untuk urusan akheratmu seakan-akan kamu kan mati esok hari”. Kawan seiman dan seagama kita pasti tahu bahwa hidup di dunia tak akan bias mulia ketika kita tak mau berusaha dan jalan terbaik untuk menopang kehidupan kita adalah dengan bekerja. Dalam sabda nabi terseebut kita sangat dianjurkan, ketika bekerja kita harus punya pemikiran untuk hidup selama-lamanya ini artinya kita harus semangat dalam bekerja jangan mudah menorah dan putus asa dan ingat jangan pernah lemah. Namun sebaliknya ketika kita beribadah untuk urusan akherat maka kita harus punya permikiran bahwa kita akan mati esok hari. Ini artinya kita harus berpikiran bahwa kiamat kan iamat Tinggal Sehari Lagi. segera tiba dan jika kita tak punya bekal niscaya mustahil kita bias selamat. Kawan-kawan seiman mulai sekarang marilah kita semangat dalam apapun baik itu belajar bagi seorang pelajar dan bekerja bagi seorang pencari nafkah keluarga dan ingat dalam beribadah kita harus selalu berpikir Kiamat tinggal sehari lagi.
-->
marmut_chenubi @yahoo.co.id
0 komentar:
Posting Komentar